Rabu, 26 Agustus 2009

Memimpikan pemimpin yang bijaksana


Aku penah membaca sebuah buku tentang ciri-ciri seorang pemimpin sejati, seorang pemimpin yang bijaksana, salah satu ciri seorang pemimpin sejati yang paling kuingat dalam buku itu adalah yang menyebutkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak terlihat sebagai seorang pemimpin, ia orang rendah hati yang tidak pernah menonjolkan diri, bahkan orang lain sering tak menyadari kepemimpinan si pemimpin bijaksana itu. Dia bukan si penguasa, tapi dialah si pembawa aura kedamaian dan keharmonisan, dialah "cahaya" dalam kehidupan orang-orang disekelilingnya.

Selama belasan tahun aku bermimpi menemukan pemimpin sejati seperti itu, dan mimpi itu masih tetap jadi mimpi hingga hari ini. Begitu langkakah keberadaan seorang pemimpin sejati seperti langkanya menemukan orang yang telah "tercerahkan", ataukah siapa aku juga yang menyebabkan diriku belum bisa menemukan "manusia-manusia" istimewa itu. Dapat diumpamakan seperti tidak mungkin seekor ikan menemukan sang raja hutan di dalam sebuah lautan.

Atau bisa juga karena aku mematok standar yang terlalu berlebihan dalam mencari seorang pemimpin, atau mungkinkah ini semata karena jauh di lubuk hatiku ada kesombongan halus yang menilai diriku lebih dari orang lain, mungkin aku harus mencari tahu dulu jawabannya dalam diriku sendiri, sebelum aku mencarinya pada diri orang lain.

Sepatutnya aku menyadari bahkan aku sendiri masih harus banyak belajar bahkan hanya untuk sekedar menjadi seorang Ibu yang lebih bijaksana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar