2 bulan sudah aku tinggal di Jambi, banyak hal di luar rencana yang justru terjadi di sini, ironisnya justru yang terjadi adalah hal2 yang tidak kusukai dan justru ingin kuhindari. Tinggal sudah 2 bulan tapi bukan hanya tinggal bareng mertua, lebih parah lagi masih harus seatap juga dengan keluarga adik ipar, belum lagi perbedaan karakter aku tidak suka bising, mereka sungguh bising, makan juga ala kadarnya menyesuaikan dengan selera mertua, dua bulan aku berusaha sabar dan iklas, tapi kesabaran ku hilang beberapa hari yang lalu saat keluarga kakak iparku datang dan suamiku memintaku untuk sharing kamar dengan mereka, aku betul-betul marah sekali saat itu bahkan hingga saat ini sebetulnya aku masih tetap marah.......karena di rmh ini aku kehilangan byk hal bahkan tak punya privasi...aku tak peduli lagi akan pendapat keluarga suamiku...
Aku sebenarnya tidak menuntut banyak cuma ingin masih punya privasi di rmh ini...tp semua terampas di sini....
kelebihan tinggal di sini cuma aku bisa tinggal bersama suami.p ternyata nilainya tidak seimbang dengan semua pengorbananku...bahkan kejadian beberapa hari yang lalu itu semakin membuatku nyakin aku cuma orang urutan keberapa dalam hidup suamiku, bodohnya lagi dia mengira aku uring2an begitu karena masalah di kantor. kalau cuma karena masalah pekerjaan aku sudah tertekan sejak awal Juli jadi harusnya sudah uring2an sejak lama.
Kalau bukan karena kasihan mungkin aku tidak peduli lagi untuk bersikap baik, belum pernah sebelumnya kemarahanku sampai membuat aku berpikir untuk hidup berdua Anjali saja.
Aku mungkin egois....tapi aku tak peduli lagi jika mereka bilang aku egois.
Jika bukan karena Anjali sudah sejak lama kutinggalkan kehidupan seperti ini..Anjalilah yang membuatku bertahan, aku tidak ingin menambah kesusahannya lagi...jadi aku berusaha untuk tidak memperlihatkan suasana hatiku yang sebenarnya.
Keputusan ini sudah kuambil berbalik mundur adalah pilihan terakhirku...yang bisa kulakukan saat ini cuma pasrah mencoba memahami semua ini sebagai jalan karmaku...biarlah kuanggap diriku sedang melunasi semua utang2 karmaku pd suamiku dalam kehidupan ini...sehingga tak ada lagi yang tersisa yg berlanjut hingga kehidupan berikutnya.
Aku cuma bisa berdoa semoga aku kuat, kebahagiaan Anjali adalah sumber kekuatanku.
I love you my daughter.
Jumat, 12 September 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
