Setiap kali mengamati anak dan keponakan-keponakan kecilku sedang bermain dan bercengkrama bersama, ada rasa iri terselip di hati, betapa bahagia menjadi kanak-kanak, hidup terasa begitu ringan dan menyenangkan, walau kadang mereka juga marah dan menangis, tapi dengan segera dan nyaris seperti tanpa bekas, mereka akan kembali ceria dan penuh tawa.
Saya sangat menikmati saat-saat senggang bermain bersama mereka, apalagi dengan keponakan-keponakan kecil, dimana saya bisa mencintai mereka apa adanya, tanpa dibebani tanggungjawab seperti pada anak sendiri.
Disaat saya merasa jenuh dan gundah, bercengkrama bersama mereka memberi sedikit kelegaan dan rasa damai, melihat mereka tersenyum, tertawa dan berceloteh dengan polosnya.
Kadang saya berdoa dalam hati semoga setelah mereka dewasa kelak mereka tetap memiliki kebahagiaan sebesar kebahagiaan mereka sekarang, walaupun agak sulit mengingat setelah manusia dewasa, mereka akan membutuhkan lebih banyak syarat untuk bahagia tak seperti anak kecil yang begitu mudah bahagia hanya dengan
hal-hal yang remeh-remeh saja.
Tapi setidaknya mereka sungguh beruntung karena mereka memiliki kehidupan masa kanak-kanak yang indah dan menyenangkan, karena menurut saya itu adalah fondasi yang bagus untuk kehidupan mereka selanjutnya.
Ah sungguh iri rasanya melihat mereka, mengingat masa kecilkku tak seindah mereka.
