Tidak mudah mendidik seorang anak, walau banyak artikel dan buku tentang cara mendidik anak, bisa dibilang tidak ada satupun yang benar-benar bisa diterapkan dan mendapatkan hasil sesuai gambaran. Dan saya yakin setiap orang tua setuju akan hal ini, tapi yang ingin saya sampaikan kali ini bukan sekedar tentang sulitnya mendidik seorang anak, tapi lebih kepada suatu makna yang bisa kita petik dari hal mendidik anak.
Sejak kecil bahkan dengan segala keterbatasan yang ada, karena berasal dari keluarga ekonomi lemah, saya sudah sangat gemar membaca, ketidak mampuan orang tua menyediakan buku-buku bacaan tidak mengurangi kegemaran saya membaca, banyak hal saya lakukan agar tetap dapat membaca, meminjam buku teman, membaca koran bungkus makanan, meminjam buku di perpustakaan sekolah hingga merelakan uang saku sekolah untuk membeli buku.
Sekarang saya cukup mampu dan sangat suka membelikan buku bacaan untuk anak saya, bahkan sebelum dia bisa membaca, apalagi buku anak sekarang tampil sangat menarik. Tapi ternyata anak saya (sekarang sudah kelas II SD) tidak terlahir dengan minat baca yang kuat seperti saya, sekalipun ia memiliki bahan bacaan yang cukup melimpah, ia tidak suka membaca dan lebih suka dibacakan saja.
Sewaktu ia belum bisa membaca saya terbiasa membacakan buku untuknya, tetapi setelah ia mulai bisa membaca, saya meminta agar ia membaca sendiri, tetapi meminta anak saya membaca buku sama sulitnya dengan meminta ia belajar pelajaran sekolah. Membaca buku seperti menjadi beban dan bukan kesenangan baginya.
Tapi walau jengkel dan kesal dengan kemalasan anak saya membaca, tapi terus saja saya mengulang-ngulang berkata padanya betapa bergunanya suka membaca, bahwa membaca akan membuat ia lebih pintar.
Dan saya tetap tidak berhenti membelikan ia buku, walaupun sebenarnya buku-buku lamanyapun kebanyakan belum ia baca sama sekali, kadang saya mengeluhkan betapa ironisnya dulu saya suka membaca tapi orangtua tak mampu memfasilitasi tapi sekarang saya mampu tapi anak saya yang malas membaca.
Tapi akhirnya muncul perkembangan baru yang mengembirakan buat saya. Minat baca anak saya mulai muncul, ia mulai suka membaca, senangnya waktu mendengar ia berkata "ternyata membaca itu lebih menyenangkan daripada bermain ya Ma..."
Ternyata kata bijak yang menyatakan " tiada usaha yang sia-sia" sungguh terbukti.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar