Kamis, 11 Februari 2010

Semua ada batasnya

Ada pesan bijak yang mengatakan "Jangan gembira berlebihan tapi jangan pula terlalu larut dalam kesedihan". Jangan tertawa terus nanti kamu bakal menangis.
Jika saja kita semua mau sedikit saja merenung tentang kehidupan ini, maka saya pikir kita semua akan menyadari kebenaran kata-kata tersebut.
Memang sebagian hidup kita ditentukan oleh perbuatan kita sendiri, tetapi sebagian lagi sepertinya berada di luar jangkauan diri kita sendiri.

Hidup sendiri adalah seperti koin dua sisi, ada suka ada duka, ada terang ada gelap, ada pujian ada hinaan, ada tawa ada tangis, ada sehat ada sakit. Terkadang manusia lupa akan hal itu, jika sedang bahagia kita lupa bahwa kebahagiaan itu tidak kekal, jika sedang menderita kita terpuruk dalam kesedihan dan keputus-asaan, seakan penderitaan itu tidak akan berakhir.

Andai saja kita semua bisa selalu sadar bahwa begitulah sifat kehidupan, pastilah saat posisi kita di atas kita tetap waspada dan tiada sombong, sementara saat kita berada di bawah kita masih mampu bersabar tetap berpengharapan serta menjadi lebih kuat dan tabah.

Seharusnyalah kebahagiaan memberi kita kesempatan untuk berbuat banyak kebajikan, sementara kesukaran/penderitaan menempa kita menjadi lebih kuat, lebih sabar dan lebih bijak.
Dalam kebahagiaan ataupun kesukaran, keduanya memiliki suatu pelajaran yang bisa kita petik, jika saja kita bisa lebih jernih melihatnya jauh ke dalam.

Kutulis ini untuk adikku yang sedang dalam kesusahan, semoga setelah kesusahan itu berakhir adikku yang bermental baja semakin tangguh dan juga bertambah arif dan bijaksana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar