Kamis, 13 Oktober 2011

Rindu

Jika melihat judul tulisan di atas jangan berpikir aku sedang merindukan seseorang, kerinduanku kali ini bukanlah pada pada seseorang, aku hanyalah rindu menulis, karena tiap kali aku membaca ulang hasil tulisanku ada suatu rasa yang sulit kuungkapan antara kebanggaan dan keharuan. Keharuan sebab hanya dalam tulisanku kutemukan kejujuran yang melegakan, dan kebanggaan pada kemampuanku merangkai setiap kata. Entah bagaimana dengan orang lain yang kebetulan pernah membaca tulisan-tulisanku di blog ini dan membaca juga tulisanku kali ini, apakah mereka akan menertawakan atau sebaliknya setuju dengan penilaianku atas diriku sendiri ini. Kedamaian yang kudapat setiap membaca ulang tulisan-tulisanku sendiri, sungguh amat menyenangkan, mengingat sangat jarang kualami saat-saat di mana hati terasa begitu damai, ada kalanya aku sengaja mencarinya di tempat yang jauh, yang kukira bisa membuatku merasa damai, tetapi ternyata seringkali damai itu tak kuperoleh, sebaliknya saat sendiri, duduk di suatu tempat sederhana, di pinggir sebuah kolam renang kecil yang hanya dihiasi pohon-pohon kamboja dan cahaya lampu listrik berwarna temaram, tiba-tiba rasa damai datang menyeruak di hati. Mungkin aku memang bukanlah manusia pencinta keramaian, justru dalam sepi-lah aku menemukan kedamaian. Bukankah tulisan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah percakapan tanpa suara, jauh dari kebisingan dan ia tak membutuhkan interaksi langsung dari orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar