<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789</id><updated>2012-02-06T20:24:13.756-08:00</updated><title type='text'>Issa Citta Sebuah Puisi, Prosa dan Mimpi Hati</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>25</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-1252931045350972440</id><published>2012-01-13T00:44:00.000-08:00</published><updated>2012-01-13T00:44:58.632-08:00</updated><title type='text'>Kegundahan masa kecil, kecemasan saat dewasa</title><content type='html'>Aku memiliki masa kecil yang jauh dari ideal, lahir sebagai anak kedua yang lalu jadi anak pertama Ibuku (karena anak pertama Ibuku meninggal di usia bayi), tapi anak nomor kesekian dari ayahku (ayahku punya 2 orang isteri), maka aku menanggung tanggung jawab lebih sebagai anak pertama, tetapi tidak memiliki keistimewaan perhatian dan kasih sayang sebagai anak pertama. Aku besar dalam kondisi Ibu sebagai isteri kedua, ditambah keberadaan Nenek (Ibu dari Ibuku yang otoriter dan galak) dan sedikitnya waktu ayah dirumahku.&lt;br /&gt;Sisi baiknya kondisi seperti itu membentuk aku menjadi anak yang lebih cepat dewasa secara pemikirin dibanding anak-anak lain seusiaku, tapi sisi negatifnya, entah apakah memang sudah kepribadianku atau pengaruh dari semua itu, aku menjadi anak yang pemikir, terlalu peka dan pencemas.&lt;br /&gt;Akibatnya aku kurang bisa &amp;nbsp;menikmati hari, karena selalu saja gelisah&amp;nbsp; dan cemas.&lt;br /&gt;Ketidakdekatanku dengan orangtua di masa kecil juga membuatku menjadi orang yang mandiri, hampir semua masalah&amp;nbsp; kuhadapi&amp;nbsp;sendiri, tak pernah kubicarakan dengan orangtua atau adik-adik.&lt;br /&gt;Bahkan setelah menikahpun aku juga lebih sering menyimpan sendiri semua kegundahan hati, terlebih lagi menurutku suamiku bukan orang type yang enak buat di ajak curhat.&lt;br /&gt;Jadi kalau sekarang aku memutuskan hanya memiliki satu anak saja, lalu orang bilang kasihan nanti anakku tak punya saudara untuk berbagi jika punya masalah, hal itu tentu saja&amp;nbsp;tak membuatku bergeming.&lt;br /&gt;Kadang jika aku sedang memperhatikan anakku bermain dan tertawa dengan riangnya, dalam hati aku berkata, anakku kamu sungguh lebih jauh beruntung dibanding Mamamu, rasanya sewaktu kecil jarang sekali aku bisa begitu bahagia dan tertawa lepas seperti dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-1252931045350972440?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/1252931045350972440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2012/01/kegundahan-masa-kecil-kecemasan-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1252931045350972440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1252931045350972440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2012/01/kegundahan-masa-kecil-kecemasan-saat.html' title='Kegundahan masa kecil, kecemasan saat dewasa'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-5522794070670791441</id><published>2011-11-15T18:28:00.001-08:00</published><updated>2012-01-13T01:01:59.085-08:00</updated><title type='text'>????</title><content type='html'>Secara pribadi aku tak begitu mengenalnya, ia kukenal hanya karena posisinya sebagai isteri dari seorang teman. Jadi jujur saja aku tak tahu seperti apa dia, semasa gadis ia beragama sama dengan agama yang dianut orang tuanya, entah apakah semasa itu dia benar-benar menjalankan ajaran agamanya, setengah-setengah atau bahkan tidak sama sekali aku tak tahu itu. Beberapa saat sebelum menikah ia menganti agamanya menjadi agama yang sama dengan agama calon suaminya. Ganti agama? bukan itu topik yang ingin kusampaikan dalam tulisan ini. Ganti agama kurasa sudah menjadi hal yang biasa terjadi, dan tak perlu diributkan lagi, itu adalah hak setiap orang. Masalahnya aku terkaget-kaget waktu suatu ketika mendengar secara langsung teman isteriku itu menyatakan sesuatu yang pada intinya menyatakan bahwa umat pemeluk agama dari agamanya sebelum menikah adalah pemeluk agama yang salah. Oala Tuhan begitu dashyatkah suatu agama mengubah pola pikir seseorang. Aku kebetulan bukan pemeluk agama ia sebelum dan sesudah menikah, jadi aku berada dalam posisi netral, tapi jujur aku merasa sangat kaget waktu mendengar hal itu. Atau mungkin juga sebenarnya aku tidak dalam posisi netral bukankah dengan berkata seperti itu secara tidak langsung ia mengklaim agamanya sekarang adalah agama yang paling benar dan sudah tentu itu berarti juga ia menilai (pendapatnya sendiri atau memang agamanya mengajarkan seperti itu ??) agama lain adalah sesat.... (bukankah itu berarti agamaku juga termasuk ya)? Kejadian itu sekali lagi membuatku berpikir haruskah iman &amp;nbsp;membuat kita tak lagi harus mencerna dengan logika, apakah iman memang tidak boleh diselaraskan&amp;nbsp;dengan logika? &lt;br /&gt;Satu lagi orang&amp;nbsp; yang sangat kukenal, yang semula berpikir kebenaran adalah universal bukan milik suatu agama saja, setelah terlibat lebih dalam dengan ajaran agamanya, berubah menjadi&amp;nbsp; kebanyakan penganut agama itu yang hanya mengakui kebenaran agamanya saja dan menyangkal kebenaran ajaran agama lain.&lt;br /&gt;Sering aku berpikir,&amp;nbsp; bukankah seorang ibu akan menyayangi semua anaknya seperti apapun anaknya itu, lalu &amp;nbsp;kenapa Engkau yang katanya Maha segalanya malah seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-5522794070670791441?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/5522794070670791441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5522794070670791441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5522794070670791441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/11/blog-post.html' title='????'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-6843205218326991341</id><published>2011-10-13T01:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T20:28:23.179-07:00</updated><title type='text'>Galau</title><content type='html'>Oh aku letih sekali&lt;br /&gt;rasanya aku ingin tidur yang panjang&lt;br /&gt;dan tak ingin terjaga lagi&lt;br /&gt;tapi pagi hari masih setia &lt;br /&gt;menbangunkanku&lt;br /&gt;aku bangun tapi jiwa ragaku&lt;br /&gt;tetap merasa lelah&lt;br /&gt;aku tiada rasa gairah&lt;br /&gt;hari-hari terasa kosong dan menjemukan&lt;br /&gt;sedikit hiburan kadang kudapatkan&lt;br /&gt;tapi setelah itu kembali galau menyergap jiwa&lt;br /&gt;takkah aku terlalu lemah hingga kubiarkan mereka &lt;br /&gt;merampas kebahagiaanku&lt;br /&gt;orang orang yang kepadanya       justru aku tak mungkin menjauh&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-6843205218326991341?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/6843205218326991341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/10/oh-aku-letih-sekali-rasanya-aku-ingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6843205218326991341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6843205218326991341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/10/oh-aku-letih-sekali-rasanya-aku-ingin.html' title='Galau'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-5369662516522046497</id><published>2011-10-13T01:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-13T20:52:28.794-07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>Jika melihat judul tulisan di atas jangan berpikir aku sedang merindukan seseorang, kerinduanku kali ini bukanlah pada pada seseorang, aku hanyalah rindu menulis, karena tiap kali aku membaca  ulang hasil tulisanku ada suatu rasa yang sulit kuungkapan antara kebanggaan dan keharuan.  Keharuan sebab hanya dalam tulisanku kutemukan kejujuran yang melegakan, dan kebanggaan pada kemampuanku merangkai setiap kata. Entah bagaimana dengan orang lain yang kebetulan pernah  membaca tulisan-tulisanku di blog ini dan membaca juga tulisanku kali ini, apakah  mereka akan menertawakan atau sebaliknya setuju dengan penilaianku atas diriku sendiri ini.Kedamaian yang kudapat setiap membaca ulang tulisan-tulisanku sendiri,  sungguh amat menyenangkan, mengingat sangat jarang kualami saat-saat di mana hati terasa begitu damai, ada kalanya  aku sengaja mencarinya di tempat yang jauh, yang kukira bisa membuatku merasa damai, tetapi ternyata seringkali damai itu tak kuperoleh, sebaliknya saat sendiri,  duduk di suatu tempat sederhana, di pinggir sebuah kolam renang kecil yang hanya dihiasi pohon-pohon kamboja dan cahaya lampu listrik berwarna temaram,  tiba-tiba rasa damai datang menyeruak di hati.Mungkin aku memang bukanlah manusia pencinta keramaian, justru dalam sepi-lah aku menemukan kedamaian.Bukankah tulisan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah percakapan tanpa suara, jauh dari kebisingan dan ia tak membutuhkan interaksi langsung dari orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-5369662516522046497?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/5369662516522046497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/10/rindu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5369662516522046497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5369662516522046497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/10/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-7571836131072563924</id><published>2011-03-20T23:58:00.000-07:00</published><updated>2011-03-23T00:08:30.265-07:00</updated><title type='text'>Riak Gelombang di Kedalaman Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KFeclqrV6k4/TYgcJgIeKcI/AAAAAAAAAYc/gh0Qluznj3A/s1600/GELOMBANG.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KFeclqrV6k4/TYgcJgIeKcI/AAAAAAAAAYc/gh0Qluznj3A/s320/GELOMBANG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586746287322966466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah seperti apa orang lain menilai kepribadianku dan  seperti apa aku di mata mereka, yang jelas aku merasa aku lah yang paling tahu tentang diriku sendiri, walau yang sebenar-benarnya kenyataan aku sendiri sering tak mengerti kenapa aku yang merasa paling paham pada diriku sendiri, kerap tak bisa mengatur suasana hatiku sendiri, bahkan aku pun menjalani kehidupan yang sesungguhnya sebagian besar tak sesuai dengan keinginanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti riak gelombang di lautan itulah diriku, hanya riak itu mungkin tak terlalu tampak di permukaan tetapi lebih bermain di kedalaman. Riak gelombang yang tak kuasa kukendalikan apalagi kehentikan. Andai saja riak itu bagai irama lagu yang memberi rasa kegembiraan riak itu kan kurangkul dengan ikhlas, sayangnya riak itu sungguh amat mengganggu, membuatku selalu merasa lelah, hingga nyaris membuatku merasa jenuh dan berharap bisa mengakhiri semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi aku kira aku tak akan bisa menghilangkan riak gelombang itu dalam kehidupanku sekarang, yang masih mungkin berhasil adalah usahaku untuk mengurangi riak-riak itu dari hatiku, dengan selalu berusaha hidup dalam kebaikan walaupun tak jarang meleceng terpengaruh riak-riak gelombang itu, seperti perahu hanyut terbawa ombak, berjuang meredakan riak gelombang sedikit demi sedikit dari satu kehidupan ke kehidupan lain, hingga kelak di suatu kehidupan riak itu akan benar-benar lenyap selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masa ketika segala sesuatu menjadi jernih dan jelas sejelas jelasnya, saat kedamaian tak perlu lagi kucari, ketika kedamaian adalah aku dan aku adalah kedamaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-7571836131072563924?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/7571836131072563924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/03/riak-gelombang-di-kedalaman-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/7571836131072563924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/7571836131072563924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/03/riak-gelombang-di-kedalaman-hati.html' title='Riak Gelombang di Kedalaman Hati'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-KFeclqrV6k4/TYgcJgIeKcI/AAAAAAAAAYc/gh0Qluznj3A/s72-c/GELOMBANG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-4939730380701139908</id><published>2011-01-05T18:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T23:35:21.746-08:00</updated><title type='text'>Teman Hidupku</title><content type='html'>Teman Hidupku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah memilihmu sebagai teman hidupku&lt;br /&gt;Dan hingga hari ini aku masih terus belajar&lt;br /&gt;untuk lebih mengenal dan memahami dirimu&lt;br /&gt;dan aku jujur &lt;br /&gt;aku memang masih sering salah dan tak memahami kamu&lt;br /&gt;aku mengecewakan,&lt;br /&gt;aku membuatmu marah&lt;br /&gt;aku mengabaikanmu&lt;br /&gt;aku telah mencoba untuk menyelaraskan diriku dengan kamu,&lt;br /&gt;tapi mungkin upayaku terlalu sedikit hingga tak tampak &lt;br /&gt;di matamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah kamu juga seperti aku,&lt;br /&gt;berusaha mengenal dan lebih memahami aku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bukan tak mau menjadi seperti yang kamu harapkan,&lt;br /&gt;tapi bisakah kamu lebih sabar menunggu? &lt;br /&gt;dengan tetap bersedia menerima diriku saat ini,&lt;br /&gt;tanpa membuatku merasa menjadi teman hidup yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lebih baik jangan berbuat lebih untukku,&lt;br /&gt;jika kau tahu aku akan mengecewakanmu,&lt;br /&gt;sebab aku tak akan mampu menjamin,&lt;br /&gt;aku mampu melakukan hal yang sama sepertimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kamu bisa mengerti,&lt;br /&gt;bahwa akupun akan selalu mencoba&lt;br /&gt;untuk selalu bisa menerima dirimu apa adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-4939730380701139908?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/4939730380701139908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/01/teman-hidupku-aku-telah-memilihmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4939730380701139908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4939730380701139908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/01/teman-hidupku-aku-telah-memilihmu.html' title='Teman Hidupku'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-4149273037674874463</id><published>2011-01-05T18:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T18:56:28.090-08:00</updated><title type='text'>Renungan Tahun Baru</title><content type='html'>Sebenarnya apa istimewanya sebuah pergantian tahun, toh itu sebenarnya hanyalah suatu pergantian tanggal dan bulan dalam sebuah kalender buatan manusia, mengapa kebanyakan dari kita begitu bersemangat menyambut malam yang kita sebut malam tahun baru? Menjadikan malam itu menjadi malam yang istimewa, malam yang berbeda dengan malam-malam lainnya.&lt;br /&gt;Tapi kita mungkin memang amat membutuhkan hari-hari yang berbeda, hari-hari yang istimewa itu, sebagai penghiburan dari hari-hari penuh rutinitas yang harus kita jalani sepanjang kehidupan kita. &lt;br /&gt;Banyak doa dan pengharapan disampaikan manusia pada Tuhan yang mereka percayai, untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. &lt;br /&gt;Mungkin itu juga yang jadi harapanku, walau tidak kusampaikan secara formal dalam bentuk sebuah doa di malam pergantian tahun baru, tapi untukku harapan terbesar adalah aku tetap memiliki kekuatan untuk menjalani segala pahit getir kehidupan di tahun yang baru.&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru 2011 semua manusia ingin berbahagia, semoga kita semua berbahagia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-4149273037674874463?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/4149273037674874463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/01/renungan-tahun-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4149273037674874463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4149273037674874463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2011/01/renungan-tahun-baru.html' title='Renungan Tahun Baru'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-4972773084131007787</id><published>2010-08-23T20:23:00.001-07:00</published><updated>2011-03-21T20:56:15.820-07:00</updated><title type='text'>kebahagian kanak-kanak</title><content type='html'>Setiap kali mengamati anak dan keponakan-keponakan kecilku sedang bermain dan bercengkrama bersama, ada rasa iri terselip di hati, betapa bahagia menjadi kanak-kanak, hidup terasa begitu ringan dan menyenangkan, walau kadang mereka juga marah dan menangis, tapi dengan segera dan nyaris seperti tanpa bekas,  mereka akan kembali ceria dan penuh tawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menikmati saat-saat senggang bermain bersama mereka, apalagi dengan keponakan-keponakan kecil, dimana saya bisa mencintai mereka apa adanya, tanpa dibebani tanggungjawab seperti pada anak sendiri. &lt;br /&gt;Disaat saya merasa jenuh dan gundah, bercengkrama bersama mereka memberi sedikit kelegaan dan rasa damai, melihat mereka tersenyum, tertawa dan berceloteh dengan polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya berdoa dalam hati semoga setelah mereka dewasa kelak mereka tetap memiliki kebahagiaan sebesar kebahagiaan mereka sekarang, walaupun agak sulit mengingat setelah manusia dewasa, mereka  akan membutuhkan lebih banyak syarat  untuk bahagia tak seperti anak kecil yang begitu mudah bahagia hanya dengan &lt;br /&gt;hal-hal yang remeh-remeh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya mereka sungguh beruntung karena mereka memiliki kehidupan masa kanak-kanak yang indah dan menyenangkan, karena menurut saya itu adalah fondasi yang bagus untuk kehidupan mereka selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sungguh iri rasanya melihat mereka, mengingat masa kecilkku tak seindah mereka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-4972773084131007787?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/4972773084131007787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/08/kebahagian-kanak-kanak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4972773084131007787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/4972773084131007787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/08/kebahagian-kanak-kanak.html' title='kebahagian kanak-kanak'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-2343650739563405800</id><published>2010-07-20T01:16:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T21:51:39.443-07:00</updated><title type='text'>Aku cuma manusia biasa</title><content type='html'>Seharusnya malam itu kejadian memalukan seperti itu tidak terjadi, jarang sekali amarahku meledak begitu rupa, seingatku sepanjang usiaku hal itu hanya 3x terjadi, dan ini yang terburuk bagiku dan sedihnya mengapa ketiganya dipicu oleh orang-orang terdekat dalam hidupku. Walau dari luar terlihat acuh dan tak hangat, sesungguhnya aku orang yang cukup peka, sedikit kesalahan cukup membuatku berpikir dan sebisa mungkin aku mencoba untuk tak mengulang kesalahan dan kebodohan yang sama untuk kedua kalinya, walau kadang tidak selalu berhasil. Akupun belajar dari pengalaman masa lalu, enggan untuk larut dalam kemarahan yang panjang, terlebih lagi dengan orang-orang terdekat di kehidupanku, tanpa kemarahanpun rasa letih ini sudah terasa begitu dalam, maka aku lebih memilih mengalah dan rela merendahkan diri demi sebuah kedamaian, aku sungguh tak mau meledak dalam kemarahan, bagiku itu suatu hal yang amat memalukan, membuatku merasa gagal sebagai manusia, tapi malam itu "ledakan" itu muncul tak tertahankan, ia pecah bagai sebuah bom, selama beberapa detik kesadaranku benar-benar hilang, walau setelah itu aku secepatnya berusaha untuk menata kembali kesadaran diriku. Tapi kenangan buruk yang ditimbulkan akibat kehilangan kesadaran selama beberapa saat itu, aku tahu tetap akan membekas selamanya dalam diriku. Salah siapakah semua ini? Aku yang lemah atau salah sipemicu semua ini? &lt;br /&gt;Tapi setidaknya dari kejadian ini ada jadi tahu seperti apa kualitas diriku yang sebenarnya, setidaknya aku bersyukur dalam amarahpun aku masih bisa menjaga ucapanku dalam batas-batas yang tak menyakiti hati pihak lain.  &lt;br /&gt;Dan api itupun bisa cepat kupadamkan habis tanpa meninggalkan sisa setelahnya. &lt;br /&gt;Aku sungguh sudah tak marah lagi, mungkin yang masih tersisa adalah rasa sesal dan kecewa, yang sekarang masih belum bisa kuhilangkan, tapi suatu hari kelak akan kucoba untuk juga menghapusnya dari hati ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-2343650739563405800?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/2343650739563405800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/07/aku-cuma-manusia-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2343650739563405800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2343650739563405800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/07/aku-cuma-manusia-biasa.html' title='Aku cuma manusia biasa'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-8596227721362062357</id><published>2010-05-27T01:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T01:50:51.308-07:00</updated><title type='text'>Petuah bagi diri sendiri</title><content type='html'>Hiduplah untuk hari ini, jangan berpaling ke masa lalu dan usah cemaskan hari esok, cobalah untuk bahagia saat ini juga.&lt;br /&gt;Lapangkan hatimu, ringankan langkahmu. Jasmanimu boleh tua seiring pertambahan usia, tapi bathinmu semestinya semakin cemerlang dengan semakin bertambahnya pelajaran kehidupan.&lt;br /&gt;Jadikan segala kesusahan guru ketangguhan.&lt;br /&gt;Perbaiki dirimu sendiri sebelum kau mencoba memperbaiki orang lain.&lt;br /&gt;Berpikirlah sebagai dirimu sendiri dan orang lain.&lt;br /&gt;Tuluslah dan itu akan meringankan langkah hidupmu.&lt;br /&gt;Belajarlah untuk mencintai orang lain sebesar cinta seorang ibu pada anaknya.&lt;br /&gt;Percayalah bahwa setiap kehidupan itu pasti berarti. &lt;br /&gt;Percayalah bahwa tiada kebaikan yang sia-sia.&lt;br /&gt;Yakinlah setiap niat baik pasti memiliki jalannya sendiri.&lt;br /&gt;jika kau ingat bahwa hidup itu berubah,&lt;br /&gt;maka jangan tenggelam dalam duka, &lt;br /&gt;dan jangan terlena dalam suka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-8596227721362062357?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/8596227721362062357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/05/petuah-bagi-diri-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8596227721362062357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8596227721362062357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/05/petuah-bagi-diri-sendiri.html' title='Petuah bagi diri sendiri'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-2787092111122161278</id><published>2010-04-21T20:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T19:23:19.937-07:00</updated><title type='text'>Pasti ada hasilnya</title><content type='html'>Tidak mudah mendidik seorang anak, walau banyak artikel dan buku tentang cara mendidik anak, bisa dibilang tidak ada satupun yang benar-benar bisa diterapkan dan mendapatkan hasil sesuai gambaran. Dan saya yakin setiap orang tua setuju akan hal ini, tapi yang ingin saya sampaikan kali ini bukan sekedar tentang sulitnya mendidik seorang anak, tapi lebih kepada suatu makna yang bisa kita petik dari hal mendidik anak.&lt;br /&gt;Sejak kecil bahkan dengan segala keterbatasan yang ada, karena berasal dari keluarga ekonomi lemah, saya sudah sangat gemar membaca, ketidak mampuan orang tua menyediakan buku-buku bacaan tidak mengurangi kegemaran saya membaca, banyak hal saya lakukan agar tetap dapat membaca, meminjam buku teman, membaca koran bungkus makanan, meminjam buku di perpustakaan sekolah hingga merelakan uang saku sekolah untuk membeli buku.&lt;br /&gt;Sekarang saya cukup mampu dan sangat suka membelikan buku bacaan untuk anak saya, bahkan sebelum dia bisa membaca, apalagi buku anak sekarang tampil sangat menarik. Tapi ternyata anak saya (sekarang sudah kelas II SD) tidak terlahir dengan minat baca yang kuat seperti saya, sekalipun ia memiliki bahan bacaan yang cukup melimpah, ia tidak suka membaca dan lebih suka dibacakan saja.&lt;br /&gt;Sewaktu ia belum bisa membaca saya terbiasa membacakan buku untuknya, tetapi setelah ia mulai bisa membaca, saya meminta agar ia membaca sendiri, tetapi meminta anak saya membaca buku sama sulitnya dengan meminta ia belajar pelajaran sekolah. Membaca buku seperti menjadi beban dan bukan kesenangan baginya.&lt;br /&gt;Tapi walau jengkel dan kesal dengan kemalasan anak saya membaca, tapi terus saja saya mengulang-ngulang berkata padanya betapa bergunanya suka membaca, bahwa membaca akan membuat ia lebih pintar.&lt;br /&gt;Dan saya tetap tidak berhenti membelikan ia buku, walaupun sebenarnya buku-buku lamanyapun kebanyakan belum ia baca sama sekali, kadang saya mengeluhkan betapa ironisnya dulu saya suka membaca tapi orangtua tak mampu memfasilitasi tapi sekarang saya mampu tapi anak saya yang malas membaca.&lt;br /&gt;Tapi akhirnya muncul perkembangan baru yang mengembirakan buat saya. Minat baca anak saya mulai muncul, ia mulai suka membaca, senangnya waktu mendengar ia berkata "ternyata membaca itu lebih menyenangkan daripada bermain ya Ma..."&lt;br /&gt;Ternyata kata bijak yang menyatakan " tiada usaha yang sia-sia" sungguh terbukti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-2787092111122161278?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/2787092111122161278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/04/pasti-ada-hasilnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2787092111122161278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2787092111122161278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/04/pasti-ada-hasilnya.html' title='Pasti ada hasilnya'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-8880759770714996374</id><published>2010-02-11T18:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T19:12:44.889-08:00</updated><title type='text'>Semua ada batasnya</title><content type='html'>Ada pesan bijak yang mengatakan "Jangan gembira berlebihan tapi jangan pula terlalu larut dalam kesedihan". Jangan tertawa terus nanti kamu bakal menangis.&lt;br /&gt;Jika saja kita semua mau sedikit saja merenung tentang kehidupan ini, maka saya pikir kita semua akan menyadari kebenaran kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;Memang sebagian hidup kita ditentukan oleh perbuatan kita sendiri, tetapi sebagian lagi sepertinya berada di luar jangkauan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sendiri adalah seperti koin dua sisi, ada suka ada duka, ada terang ada gelap, ada pujian ada hinaan, ada tawa ada tangis, ada sehat ada sakit. Terkadang manusia lupa akan hal itu, jika sedang bahagia kita lupa bahwa kebahagiaan itu tidak kekal, jika sedang menderita kita terpuruk dalam kesedihan dan keputus-asaan, seakan penderitaan itu tidak akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja kita semua bisa selalu sadar bahwa begitulah sifat kehidupan, pastilah saat posisi kita di atas kita tetap waspada dan tiada sombong, sementara saat kita berada di bawah kita masih mampu bersabar tetap berpengharapan serta menjadi lebih kuat dan tabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnyalah kebahagiaan memberi kita kesempatan untuk berbuat banyak kebajikan, sementara kesukaran/penderitaan menempa kita menjadi lebih kuat, lebih sabar dan lebih bijak. &lt;br /&gt;Dalam kebahagiaan ataupun kesukaran, keduanya memiliki suatu pelajaran yang bisa kita petik, jika saja kita bisa lebih jernih melihatnya jauh ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutulis ini untuk adikku yang sedang dalam kesusahan, semoga setelah kesusahan itu berakhir adikku yang bermental baja semakin tangguh dan juga bertambah arif dan bijaksana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-8880759770714996374?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/8880759770714996374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/02/semua-ada-batasnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8880759770714996374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8880759770714996374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2010/02/semua-ada-batasnya.html' title='Semua ada batasnya'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-251901378899069884</id><published>2009-11-04T18:17:00.001-08:00</published><updated>2009-11-04T19:05:56.462-08:00</updated><title type='text'>Memerangi penyakit hati</title><content type='html'>Sebenarnya aku ini suka menulis, tapi mungkin bukan menulis dalam bentuk karangan panjang yang membutuhkan ribuan kata atau bahkan kalimat, kemampuan menulisku sebatas karangan-karangan pendek dan puisi.&lt;br /&gt;Sejak duduk di SD aku sudah bisa mengarang puisi dan cukup pandai jika diminta membuat pantun. Aku ingat ada sebuah puisi berjudul "Ayah" yang sempat aku buat (tapi aku tidak ingat lagi isi puisi itu sekarang) dan   sempat juga aku bacakan sendiri di hadapan teman-teman Sekolah Mingguku, sebuah puisi yang membuatku menangis, sebuah puisi yang mencerminkan isi hatiku yang rindu kehangatan seorang ayah, sesuatu yang tidak aku rasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis adalah terapi jiwa bagiku, melalui menulis aku menemukan sedikit kelegaan,  sedikit pengurang beban di hati, tapi terapi ini sayangnya tidak berefek sama sekali untuk yang satu ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia aku sangat menyadari siapa diriku. Aku cukup tahu apa yang menjadi kelemahanku, semua penyakit hati yang ada pada dirku, di antara banyak penyakit hati yang aku idap, kecemasan adalah penyakit hatiku yang terbesar, di dalam banyak hal aku mudah menjadi cemas. Sedikit masalah sudah bisa membuatku cemas, dan parahnya kecemasan itu tidak akan berakhir sebelum masalah itu selesai. Satu masalah selesai masalah lain muncul, akibatnya aku pun bisa dibilang selalu dalam kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tahu kecemasan adalah suatu yang bodoh dan sia-sia herannya aku masih saja dijerat kecemasan, sangat sulit bagiku berjuang memerangi penyakit hati yang satu ini, saat kecemasan datang aku menyadarinya tapi tidak berdaya untuk mengusirnya pergi.&lt;br /&gt;Tapi aku sadar aku memang harus memerangi penyakit ini, jika tidak selamanya hidupku jauh dari ketenangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-251901378899069884?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/251901378899069884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/11/memerangi-penyakit-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/251901378899069884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/251901378899069884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/11/memerangi-penyakit-hati.html' title='Memerangi penyakit hati'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-3308290159689668289</id><published>2009-08-28T21:34:00.000-07:00</published><updated>2009-12-27T18:02:24.793-08:00</updated><title type='text'>Mama darimu aku belajar banyak</title><content type='html'>Aku merasa kisah hidup Mama yang begitu penuh warna sepantasnya jika dicatat dalam sebuah biografi. Kebahagiaan masa kecil yang hampir tidak ia miliki, disambung dengan kehidupan remaja yang penuh kesulitan hingga kehidupan perkawinan yang jauh dari ideal, semua ia hadapi dengan sikap yang luar biasa. &lt;br /&gt;Dipisahkan dari orang tua kandung oleh kakak kandungnya sendiri sejak masih bayi, di usia belia hidup susah sebagai seorang anak angkat yatim yang harus putus sekolah (Mama hanya sempat sekolah sampai SMP kelas 1 itupun tidak selesai), sehingga sudah harus bekerja untuk menghidupi diri sendiri, seorang Ibu angkat dan seorang adik angkat, tapi masih saja sering diperlakukan buruk oleh Ibu angkatnya, &lt;br /&gt;Tapi ketabahan dan kesabaran Mamaku sungguh luar biasa, &lt;br /&gt;Mama sama sekali tak menyimpan kemarahan apalagi dendam kepada kakak-kakak kandungnya juga kepada Ibu angkatnya, bahkan saat Ibu angkatnya sakit parah hingga akhirnya meninggal dunia, Mamalah yang dengan sabar merawat Ibu angkatnya itu dan setelah ibu angkatnya meninggal Mama tetap menerima dan merawat adik angkatnya, juga saat adik angkat  Mama terjerumus narkoba Mama masih tetap menerima dan berusaha menolong adik angkatnya itu, padahal kelakuan adik angkat Mama waktu itu sangat menyusahkan sekali, (waktu itu aku sudah SMP jadi aku tahu betul bagaimana kacaunya situasi rumah kami akibat ulah Adik Angkat Mama)&lt;br /&gt;Kehidupan perkawinan Mamapun tidak bisa dibilang membahagiakan, bercerai di usia muda dan kehilangan seorang anak di pernikahan pertamanya, lalu menjadi isteri kedua dalam pernikahan keduanya, tentu saja membuat Mama harus menanggung kesan buruk sebagai isteri kedua di mata masyarakat (walaupun pada kenyataannya Mama bukan isteri kedua yang tidak tahu diri), selama menikah dengan Mama bagaimanapun Papa lebih banyak menghabiskan waktu di luar kerjanya di rumah isteri pertama bahkan nyaris tidak pernah menginap di rumah kami, kecuali beberapa kali setelah Papa sakit parah sebelum akhirnya meninggal dunia, begitu juga secara materi kami jauh dari berkelimpahan bahkan cenderung hidup sangat sederhana. &lt;br /&gt;Tapi Mama dengan sabarnya Mama menghadapi semua itu termasuk bersabar menghadapi rasa tidak suka dan prasangka buruk dari  berbagai pihak, bahkan Mama meminta kami anak-anaknya menghormati  Isteri pertama Papa dan juga kepada kakak-kakak lain Ibu.&lt;br /&gt;Terhadap Kakak kandungnya pun Mama tidak marah atau menuntut apa-apa, ia merelakan apa yang sudah mereka lakukan terhadap dirinya sebagai bagian dari nasibnya.&lt;br /&gt;Sekarang di hari tuanya aku berharap ini masa bagi Mama untuk lebih berbahagia dibandingkan Masa-masa lain dalam hidupnya, walaupun aku tahu sebagai manusia tak mungkin lepas dari penderitaan.&lt;br /&gt;Dari kisah hidup Mama aku belajar tentang kesabaran, kasih dan pengampunan yang begitu luar biasa. Bagiku di atas semua kekurangannya Mama adalah teladan bagi kami anak-anaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-3308290159689668289?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/3308290159689668289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/08/mama-darimu-aku-belajar-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/3308290159689668289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/3308290159689668289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/08/mama-darimu-aku-belajar-banyak.html' title='Mama darimu aku belajar banyak'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-5612459072909766302</id><published>2009-08-26T23:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T21:25:57.171-07:00</updated><title type='text'>Memimpikan pemimpin yang bijaksana</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SpituHcYfxI/AAAAAAAAAVU/HhXM7LCAR4A/s1600-h/duckleader.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SpituHcYfxI/AAAAAAAAAVU/HhXM7LCAR4A/s320/duckleader.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5375237163050368786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku penah membaca sebuah buku tentang ciri-ciri seorang pemimpin sejati, seorang pemimpin yang bijaksana, salah satu ciri seorang pemimpin sejati yang paling kuingat dalam buku itu adalah yang menyebutkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak terlihat sebagai seorang pemimpin, ia orang rendah hati yang tidak pernah menonjolkan diri, bahkan orang lain sering tak menyadari kepemimpinan si pemimpin bijaksana itu. Dia bukan si penguasa, tapi dialah si pembawa aura kedamaian dan keharmonisan, dialah "cahaya"  dalam kehidupan orang-orang disekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama belasan tahun aku bermimpi menemukan pemimpin sejati seperti itu, dan mimpi itu masih tetap jadi mimpi hingga hari ini. Begitu langkakah  keberadaan seorang pemimpin sejati seperti langkanya menemukan orang yang telah "tercerahkan", ataukah siapa aku juga yang menyebabkan diriku belum bisa menemukan "manusia-manusia" istimewa itu. Dapat diumpamakan seperti tidak mungkin seekor ikan menemukan sang raja hutan di dalam sebuah lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa juga karena aku mematok standar yang terlalu berlebihan dalam mencari seorang pemimpin, atau mungkinkah ini semata karena jauh di lubuk hatiku ada kesombongan halus yang menilai diriku lebih dari orang lain, mungkin aku harus mencari tahu dulu jawabannya dalam diriku sendiri, sebelum aku mencarinya pada diri orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatutnya aku menyadari bahkan aku sendiri masih harus banyak belajar bahkan hanya untuk sekedar menjadi seorang Ibu yang lebih bijaksana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-5612459072909766302?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/5612459072909766302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/08/memimpikan-pemimpin-yang-bijaksana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5612459072909766302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5612459072909766302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/08/memimpikan-pemimpin-yang-bijaksana.html' title='Memimpikan pemimpin yang bijaksana'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SpituHcYfxI/AAAAAAAAAVU/HhXM7LCAR4A/s72-c/duckleader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-6133085328254649640</id><published>2009-07-25T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T21:29:42.038-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran di balik peristiwa</title><content type='html'>Kematian seorang rekan yang begitu mendadak belum lama ini memberiku beberapa pelajaran berharga, pertama aku merasa sebagian besar manusia tidak menyadari saat kematian tiba, mungkin ada beberapa manusia yang sadar bahwa kematian sudah begitu dekat dengan dirinya, tapi itupun rasanya terjadi hanya karena mereka telah menderita suatu penyakit berat sebelumnya.&lt;br /&gt;Banyak manusia takut akan hari akhir, tanpa menyadari bahwa sebenarnya maut itu sendiri  kerap datang tanpa disadari, sehingga bahkan besar kemungkinan kita sendiri tidak sempat untuk merasa takut saat maut itu datang pada kita.&lt;br /&gt;Kedua semasa hidup mungkin banyak hal yang coba kita sembunyikan dari orang lain atau bahkan keluarga kita sendiri, tetapi saat ajal datang tiba tiba, tentu saja ia datang  tanpa peringatan terlebih dahulu, sebagian dari rahasia itu memang lenyap bersama kematian,  tetapi siapa duga jika banyak juga hal lain  yang sewaktu hidup kita coba sembunyikan, saat kita mati malah menjadi terbuka jelas dan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.&lt;br /&gt;Ketiga kematian selalu mendatangkan rasa duka, tapi sebagaimana kehidupan yang selalu berubah begitu juga rasa duka akan kematian, cepat atau lambat rasa duka itu akan hilang berubah menjadi sebuah kenangan, seperti juga dengan realita dimana disini kita berduka, sementara  di tempat berbeda orang lain sedang berbahagia. Kematian mengakhiri kehidupan seseorang di dunia ini, tapi bagi mereka yang masih hidup, hidup akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat tentulah sebagai penghormatan pada almarhum, orang hanya membicarakan dan mengingat hal-hal baik tentang almarhum, tapi tak bisa dipungkiri bahwa jauh di dalam lubuk hati masing-masing, tersimpan penilaian seseorang yang sebenarnya tentang si almarhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu haruskah kita masih saja kuatir dan takut akan kematian, bagiku sendiri mungkin bukan kematian yang menakutkan, tetapi proses yang akan aku alami sebelum menuju kematian yang aku kuatirkan dan bagaimana nilai akhir diriku dimata orang-orang yang pernah mengenal diriku, baik atau buruk? Untuk itulah aku berpikir aku harus meneguhkan kembali tekad di hati untuk selalu berupaya melakukan yang terbaik setiap hari, selama aku masih ada berada di dunia ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-6133085328254649640?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/6133085328254649640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/07/pelajaran-di-balik-peristiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6133085328254649640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6133085328254649640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/07/pelajaran-di-balik-peristiwa.html' title='Pelajaran di balik peristiwa'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-2024788020680144440</id><published>2009-07-21T17:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T19:19:00.520-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Pak....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SmZ23gbRnZI/AAAAAAAAAVM/4XIdGKhbKvc/s1600-h/condolences_rest-in-peace_co004.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SmZ23gbRnZI/AAAAAAAAAVM/4XIdGKhbKvc/s320/condolences_rest-in-peace_co004.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361103102400372114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;17 Juli 2009 sebuah bom meledak di Hotel Ritzs Carlton dan sebuah lagi di Hotel JV Marriot Mega Kuningan Jakarta, tak hanya meluluh lantakkan bangunan kedua hotel itu, tapi bom itu juga ikut meluluh lantakkan  hati banyak orang yang kehilangan anggota keluarganya yang meninggal akibat bom tersebut, sepanjang hari itu berita seputar kejadian itu menjadi tema berita di semua stasiun tv, bahkan beberapa teman di kantorku ikut menyempatkan diri melihat berita itu di tv kantor, di antara adalah Pak Manahan Simatupang beliau HRD &amp; GA Manager di kantorku. Tiada yang menyangka bahwa di hari itu juga sebuah bom yang lain akan meluluhlantakkan hati sebagian besar keluaga besar kantorku,  hari itu sore menjelang malam kami kehilangan seorang rekan, Pak Manahan Simatupang, kematiannya yang begitu mendadak dan diluar perkiraan mengagetkan kami semua, padahal hari itu beliau terlihat begitu sehat dan ceria, siapa menyangka hari itu hari terakhir kami bertemu beliau, ia meninggal di usia yang masih relatif muda 46 tahun (beberapa hari lagi adalah HUTnya ke 46) dengan dua putri yang masih duduk di kelas 1,3 SD, jika kepergiannya sebagai seorang teman kerja sanggup membuat kami semua merasakan kesedihan yang mendalam, tak terbayang olehku betapa berat kepedihan dan rasa kehilangan yang dialami keluarganya, terutama Isteri dan Anaknya, apalagi isterinya hanya seorang Ibu Rumah Tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rekan kerja tentu saja hubungan kerjaku dengan beliau tidak selalu mulus, kadang ada sedikit perselisihan paham di antara kami, tapi syukurlah aku dan beliau bisa saling mengerti walaupun kami berselisih paham karena urusan pekerjaan, tapi secara pribadi hubungan kami berdua tetap terjalin dengan cukup baik, walau tidak juga terlalu dekat, aku dan beliau sering saling mengoda, aku pun kadang meminta advisenya atas suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini beliau tidak mungkin bisa bersama kami lagi, aku hanya bisa berdoa semoga beliau berbahagia di rumah barunya, semoga Isterinya diberi kekuatan dan rejeki baru untuk menjalani hidup tanpa kehadiran beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja aku tahu hari itu hari terakhir beliau tentu aku akan melakukan hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk beliau, tapi sayang sekali tak seorang manusiapun tahu tentang ajal, sungguh hidup adalah ketidak pastian hanya kematian yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Manahan selamat jalan, berbahagialah di kehidupan barumu, semoga jika karma mempertemukan kita kembali di kehidupan berikut hubungan kita berdua bisa lebih baik dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian ini, membuatku berpikir sebaiknya kita memang harus  berbuat sebaik mungkin sepanjang hari, agar jika saat itu tiba tiada penyesalan baik untuk yang ditinggal maupun yang ditinggalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-2024788020680144440?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/2024788020680144440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/07/selamat-jalan-pak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2024788020680144440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/2024788020680144440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/07/selamat-jalan-pak.html' title='Selamat Jalan Pak....'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SmZ23gbRnZI/AAAAAAAAAVM/4XIdGKhbKvc/s72-c/condolences_rest-in-peace_co004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-6017185622233499762</id><published>2009-06-15T01:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T23:19:32.280-07:00</updated><title type='text'>Bila aku bahagia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sjc5TFHdNZI/AAAAAAAAAVE/-tg2GUAVyFE/s1600-h/Promise_Of_The_Rain.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sjc5TFHdNZI/AAAAAAAAAVE/-tg2GUAVyFE/s320/Promise_Of_The_Rain.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347806082479502738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah lagu yang sangat terkesan di hatiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama t'lah ku mencari,&lt;br /&gt;berkelana kian kemari &lt;br /&gt;dimana gerangan dikau duhai bahagia&lt;br /&gt;aku bersukaria bertamasya ke taman sari &lt;br /&gt;bahagia sekejap mata hanya bagai mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mohon para dewa-dewi &lt;br /&gt;masuk ke candi menjunjung jari&lt;br /&gt;tetapi hanyalah hampa&lt;br /&gt;surga tak dapat dibeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang ku mengerti &lt;br /&gt;bahagia di dalam hati&lt;br /&gt;dimana sang napsu lenyap &lt;br /&gt;disana bahagia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun sering bertanya bila aku bahagia, apa arti kebahagian buatku...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moment-moment penting dalam hidup seperti menikah, menjadi seorang ibu, bercengkrama bersama keluarga, mungkin membahagiakan, tapi aku merasa bukan sebatas itu kebahagiaan yang kudamba, aku haus kebahagian yang lebih personal, yang lebih dekat dengan diriku sendiri, kebahagian mutlak tanpa pengaruh keberadaaan pihak luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu titik aku menyadari kebahagian yang aku damba itu begitu sederhana, namun sayangnya sangat sulit kudapatkan, ritual hidup keseharian yang &lt;br /&gt;padat kesibukan membuat aku kehilangan waktu untuk meraih kebahagiaan itu, mengapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Bahagia yang kucari itu ternyata bukan kesenangan penuh tawa, bukan rasa hati yang mengelora, bukan juga kepuasan yang membuncah, kebahagiaan ku ada dalam kedamaian jiwa, kedamaian jiwa dalam kesendirian, keheningan, saat diriku menyatu dengan alam, menyatu dengan diriku sendiri, tidak berpikir, tidak menganalisa, yang ada hanya diam, hanya hening dalam diri, selaras dengan keheningan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sesungguhnya kebahagian yang selalu kurindu, kedamaian jiwa yang hingga hari ini masih sulit kuraih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-6017185622233499762?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/6017185622233499762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/06/bila-aku-bahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6017185622233499762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6017185622233499762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/06/bila-aku-bahagia.html' title='Bila aku bahagia'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sjc5TFHdNZI/AAAAAAAAAVE/-tg2GUAVyFE/s72-c/Promise_Of_The_Rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-5982809124096166755</id><published>2009-06-14T23:59:00.001-07:00</published><updated>2009-06-15T00:47:30.100-07:00</updated><title type='text'>Di saat daku tua...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SjX8YJkbKvI/AAAAAAAAAU8/ZfdXBHIC9Jw/s1600-h/akongama.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SjX8YJkbKvI/AAAAAAAAAU8/ZfdXBHIC9Jw/s320/akongama.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347457624388086514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tulis ulang dari sebuah booklet, semoga selalu mengingatkanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat Daku Tua ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.&lt;br /&gt;Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,&lt;br /&gt;Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,&lt;br /&gt;Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,&lt;br /&gt;Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku, &lt;br /&gt;Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,&lt;br /&gt;Janganlah menyalahkanku,&lt;br /&gt;Ingatkah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,&lt;br /&gt;Janganlah menertawaiku.&lt;br /&gt;Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan disaat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,&lt;br /&gt;Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.&lt;br /&gt;Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,&lt;br /&gt;Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,&lt;br /&gt;asalkan engkau disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.&lt;br /&gt;Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu,&lt;br /&gt;disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,&lt;br /&gt;kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.&lt;br /&gt;Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu,&lt;br /&gt;Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.&lt;br /&gt;Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-5982809124096166755?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/5982809124096166755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/06/di-saat-daku-tua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5982809124096166755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/5982809124096166755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/06/di-saat-daku-tua.html' title='Di saat daku tua...'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SjX8YJkbKvI/AAAAAAAAAU8/ZfdXBHIC9Jw/s72-c/akongama.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-676596839598827317</id><published>2009-05-25T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T00:06:56.649-07:00</updated><title type='text'>Menjadi lebih baikkah aku</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh-JeCPxPUI/AAAAAAAAAUM/aygT7J1aWGk/s1600-h/sun-halo_4038.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh-JeCPxPUI/AAAAAAAAAUM/aygT7J1aWGk/s320/sun-halo_4038.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341138832176790850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini aku sering merenung apa saja yang sudah aku lakukan selama 38 tahun lebih masa hidupku (mungkin lebih tepat 23 tahun karena diusia 0-15 tahun aku hanya menjalani hidup apa adanya), aku menilai ada beberapa sifat buruk yang mulai bisa aku ubah/kendalikan, dahulu jika aku marah pada seseorang aku akan menyimpan kemarahan dan rasa tidak sukaku kepada orang itu untuk selamanya, dulu jika aku menghadapi suatu masalah, aku akan terus memikirkan masalah itu hingga susah tidur, dulu jika aku berbicara aku akan berbicara apa adanya tanpa memperhatikan kemungkinan orang marah/tersinggung pada ucapanku, dulu jika aku mendengar orang berbicara berbisik-bisik di dekatku, aku menjadi kesal dan merasa orang itu membicarakan kejelekanku, dulu jika aku menginginkan sesuatu aku kadang memperalat adik atau teman untuk kepentinganku, sekarang semua itu sudah mulai bisa aku perbaiki/kendalikan, aku belajar untuk tak lagi menyimpan kemarahan terlalu lama di hatiku, aku mulai jarang tidak bisa tidur karena  memikirkan suatu masalah, aku juga terus  belajar mengawasi ucapan yang keluar dari mulutku agar orang tak tersinggung oleh ucapanku, aku tak lagi berpikir buruk jika ada orang berbisik2 didekatku, akupun tak berniat lagi memperalat adik/teman untuk kepentinganku sendiri.( Entah dengan penilaian orang lain apakah penilaian mereka tentang aku sama seperti penilaianku akan diriku sendiri?, semoga saja aku tak seperti pepatah yang mengatakan semut diseberang lautan kelihatan, gajah  dipelupuk mata tak nampak).&lt;br /&gt;Tapi aku tahu masih banyak hal buruk dalam diriku yang masih harus aku perbaiki/kendalikan, bathinku  masih tidak seimbang  seperti layang-layang putus tali yang terbawa angin, masih mudah lepas kendali kesabaran dan kesadaran terutama untuk beberapa kondisi tertentu.&lt;br /&gt;Mungkin tidaklah  mudah upaya untuk membuat bathinku lebih tenang, lebih stabil, tapi seharusnya karena sudah ada yang telah berhasil aku perbaiki/kendalikan , mestinya aku bisa perbaiki diriku lebih banyak lagi, tidak mudah tapi bukan tidak mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-676596839598827317?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/676596839598827317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/menjadi-lebih-baikkah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/676596839598827317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/676596839598827317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/menjadi-lebih-baikkah-aku.html' title='Menjadi lebih baikkah aku'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh-JeCPxPUI/AAAAAAAAAUM/aygT7J1aWGk/s72-c/sun-halo_4038.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-6953271988633111027</id><published>2009-05-08T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T00:39:45.640-07:00</updated><title type='text'>Hati - hati dengan Ambisimu</title><content type='html'>Aku kenal dia sejak kelas 4 SD, rumah orangtuanya yang cukup besar di daerah Rawamangun adalah "Cetya"  tempat Mamaku kebaktian untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;Usianya hanya 1 tahun di atasku. &lt;br /&gt;Aku mulai mengenalnya lebih dekat setelah sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, waktu itu kami masih kebaktian bareng, sampai aku dan dia akhirnya berpisah karena dia bekerja di sebuah pabrik semen di Cibinong Bogor.&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku jarang sekali bertemu dengannya, kadang-kadang ia datang bertamu saat Tahun Baru atau kadang kami bertemu di acara-acara tertentu.&lt;br /&gt;Hubungan kami mulai terbina lagi setelah jalan nasib mempertemukan aku kembali dengannya, waktu aku entah mengapa bisa pindah kerja ke daerah yang berdekatan dengan tempat Ia dan keluarganya tinggal.&lt;br /&gt;Sebatas pengetahuanku sebagai laki-laki dia adalah laki-laki yang sederhana dan cenderung lembut, emosinyapun aku rasa lebih stabil dibanding denganku.&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan aku masa remaja dan masa mudanya nya berjalan penuh keprihatinan, semua semenjak Ayahnya yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga kehilangan pekerjaan dan tidak pernah bangkit lagi hingga sekarang.&lt;br /&gt;Sejak itu dialah tulang punggung di keluarganya. &lt;br /&gt;Kehidupannya setelah berkeluarga memang sangat sederhana, mengingat dengan penghasilan terbatas ia harus menyokong dua keluarga, keluarga orangtuanya dan keluarganya sendiri atau mungkin juga keluarga isterinya??? &lt;br /&gt;Sepengetahuanku ia memang seorang yang sangat peduli dengan orangtua dan adik-adiknya.&lt;br /&gt;Aku mengira sudah cukup mengenal dia, ternyata aku keliru, tak pernah terpikir olehku dia punya ambisi yang sangat besar, kini ia sedang terperosok ke dalam jurang penderitaan semua karena ambisinya. Ia jadi begitu nekad tanpa memperhitungkan resiko besar yang harus ia tanggung jika gagal.&lt;br /&gt;Dan kini resiko itu benar-benar terjadi dan mengantarnya ke dalam jurang penderitaan yang dalam dan panjang, yang juga menyeret keluarganya.&lt;br /&gt;Sebagai teman aku tak bisa berbuat banyak, kecuali memberi dukungan moril agar ia tetap kuat terus bertahan dan terus berjuang, semoga sekali ini aku tidak salah mengenalnya sebagai seorang bermental kuat. Bukankah hidup adalah ketidakkekalan? tiada suka maupun duka yang abadi.&lt;br /&gt;Suatu hal yang aku rasa bisa jadi pelajaran baginya, bagiku dan bagi kita semua berhati-hatilah dengan ambisimu.. ambisi bukan hal yang dilarang, tapi tetaplah waspada dalam melangkah untuk memenuhi ambisimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-6953271988633111027?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/6953271988633111027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/hati-hati-dengan-ambisimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6953271988633111027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/6953271988633111027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/hati-hati-dengan-ambisimu.html' title='Hati - hati dengan Ambisimu'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-8458324722534869550</id><published>2009-05-07T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T01:06:58.094-07:00</updated><title type='text'>Buddhis = Atheis ??</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5F_-atRkI/AAAAAAAAAT0/eiV5e9RNzn4/s1600-h/Kalama-Sutta.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 286px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5F_-atRkI/AAAAAAAAAT0/eiV5e9RNzn4/s400/Kalama-Sutta.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340783173497079362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baru saja baca detik.com kebetulan ada salah satu tampilan detikblog terbaru yang artikelnya bikin penasaran karena berjudul "Atheis sebuah pilihan?" lagi sempat PLUS udah cape dan bosen benar seharian pakai excel kutak-katik kerjaan kantor, aku sempatin masuk ke blog itu.&lt;br /&gt;Loh koh.... aku jadi tertegun dan bathin membacanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu apa yang ditulis blog itu ?&lt;br /&gt;Walau pengetahuanku akan Buddha Dhamma belum seberapa tapi untuk kalimat itu aku tahu betul kalau itu adalah petikan syair dalam "Kalama Sutta" salah satu  bagian dari Sutta dalam kitab suci Agama Buddha Tripitaka. &lt;br /&gt;(soalnya itu Dhamma yang pertama kali bikin aku tertarik pada Buddha Dhamma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syair itu dengan telak dianggap penulis dan pengomentar sebagai pola pikir "Atheisme", entah apa mereka tahu kalau itu bagian dari kitab sucinya Buddhis,  atau tidak?? Yang aku tahu memang banyak umat Non Buddhis yang menganggap Buddhis = Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja menurutku sebenarnya kurang tepat jika syair itu dijadikan "cermin pemikiran Atheis", karena syair itu diucapkan Buddha Gotama untuk menjawab pertanyaan suku Kalama yang sedang dalam kebingungan karena berbagai ajaran yang ada pada masa itu semua mengklaim diri sebagai ajaran yang paling baik dan yang paling benar?&lt;br /&gt;(tidakkah apa yang terjadi di suku Kalama itu sama dengan yang terjadi sekarang?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang ada memang sampai saat ini pun apa yang terjadi pada Suku Kalama, masih exis hingga hari ini, banyak agama MENGKLAIM kebenaran kitab sucinya, sementara banyak Kitab Suci  menyatakan ajaran mereka satu-satunya ajaran yang benar? dan dengan megatasnamakan Tuhan menuntut pemeluknya untuk menyakini tanpa keraguan sedikitpun,  Lalu jadi yang mana sebenarnya benar???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku agama bisa membuat orang jadi baik, tetapi orang baik bukan hanya milik satu Agama saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-8458324722534869550?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/8458324722534869550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/buddhis-atheis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8458324722534869550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/8458324722534869550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/05/buddhis-atheis.html' title='Buddhis = Atheis ??'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5F_-atRkI/AAAAAAAAAT0/eiV5e9RNzn4/s72-c/Kalama-Sutta.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-3667943431203272551</id><published>2009-04-23T01:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T19:49:56.159-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Teraneh</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SiCenkeyNuI/AAAAAAAAAUs/9-BiEyTEnq4/s1600-h/ring.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SiCenkeyNuI/AAAAAAAAAUs/9-BiEyTEnq4/s200/ring.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341443560706291426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah orang lain sependapat atau tidak, tapi bagi saya sendiri jika ada yang bertanya jenis hubungan apa yang teraneh antar sesama manusia di dunia ini, maka dengan pasti saya akan menjawab "Hubungan Suami Isteri", kenapa aneh... ya karena di dalamnya bisa terjadi segala sesuatu yang saling bertentangan, hubungan sepasang suami isteri yang harmonis bisa menjadi  hubungan pribadi yang terdekat, tetapi begitu masalah datang banyak pasangan suami isteri berubah menjadi sepasang musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang termurni bagi saya adalah hubungan Orang tua dan anak, bagi orangtua sampai kapanpun anak adalah orang teristimewa di hatinya, bagaimanapun kondisi si anak, kasih orang tua tidak pernah akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sayangnya jika ada anak yang demi sebuah hubungan rapuh bernama "suami isteri" mengorbankan hubungan paling berharga yang ia miliki yaitu hubungan dengan orangtuanya, namun sayang kadang "cinta" memang membuat buta, dan kenyataan selalu terlihat terlambat di belakang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja hubungan rapuh berlabel "suami isteri" tidak berarti harus selalu berakhir retak, banyak juga yang bisa bertahan sampai maut memisahkan bahkan kian lama terlihat kian berkilau, tapi saya nyakin dibalik semua itu ada restu orang tua yang menyertai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jika kelak gadis kecilku dewasa dan memutuskan untuk menikah, dia cukup bijak untuk menyadari tentang hal ini. Menyadari bahwa pernikahan laksana perahu mengarungi lautan, banyak ombak dan badai, tak cukup bermodal sebuah bekal bernama "cinta".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-3667943431203272551?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/3667943431203272551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/04/hubungan-teraneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/3667943431203272551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/3667943431203272551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/04/hubungan-teraneh.html' title='Hubungan Teraneh'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/SiCenkeyNuI/AAAAAAAAAUs/9-BiEyTEnq4/s72-c/ring.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-1225182381104689025</id><published>2009-04-05T19:59:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T21:33:42.901-07:00</updated><title type='text'>Pesimis, Optimis atau Realitis</title><content type='html'>Sebelum berangkat kerja pagi ini, aku menyempatkan diri melayat ke rumah seorang tetangga, Sang suami, Ayah dan Kepala Keluarga di rumah tersebut meninggal dunia di usia yang masih relatif muda 54 tahun, akibat sakit diabetes dan lever yang dideritanya.&lt;br /&gt;Setiap hari di koran aku membaca iklan duka cita, di perjalanan ke kantor pagi ini aku juga mendengar berita duka cita di radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat-saat hening seperti saat aku menulis kali ini, betapa aku menyadari kehidupan bagai berjalan melewati sebuah lorong, ada awal dan akan ada akhir, tapi kita sendiri tak pernah tahu masih panjangkah lorong yang akan kita lewati? atau kah kita sesungguhnya sudah begitu dekat dengan ujung lorong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku merasa kehidupanku sekali ini tidak berarti banyak, aku sama dengan kebanyakan manusia yang sibuk dengan kehidupannya sendiri, sehingga kehabisan waktu untuk berbuat sesuatu yang lebih berarti, untuk menjadi manusia yang lebih kaya secara bathin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang aku lakukan terikat pada kewajiban dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;Aku bekerja karena harus memenuhi kebutuhan hidup aku dan keluargaku, aku juga harus bertanggung jawab untuk seorang anak yang sudah aku lahirkan, dan juga harus bertanggungjawab akan kehidupan berumah tangga yang sudah aku pilih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hati yang terdalam ingin aku melepaskan semua rutinitas ini, aku ingin hidup bebas, melakukan hal-hal yang aku sukai, berbuat sesuatu yang bukan sekedar untuk memenuhi kewajiban, tetapi lebih dikarenakan kehendakku sendiri, berbuat bukan hanya untuk aku dan keluargaku, tapi berbuat lebih untuk semua.&lt;br /&gt;Aku ingin memanfaatkan sebaik mungkin kehidupanku sebagai manusia, sebelum waktuku habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihat, beginilah aku saat ini, hanya duduk mengetik pada komputer, di atas sebuah kursi, di ruang sebuah kantor, tidak lebih dan tidak kurang, hingga sore menjelang pulang ke rumah, beres-beres rumah, menemani anak belajar, tidur, lalu esok hari, segera setelah bangun tidur aku kembali akan mengulang rutinitas yang sama seperti hari ini, begitu terus entah sampai kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika itu rutinitas tubuhku, lalu bagaimana pikiranku, sama saja setiap hari cuma berpikir pekerjaan apa yang harus aku lakukan hari ini, sibuk berpikir bagaimana aku mempersiapkan keuangan untuk hari esok, untuk anakku, keluarga dan aku sendiri, semua sama persis dengan apa yang kebanyakan manusia lain pikirkan, sementara waktu terus berjalan dan aku masih belum berbuat apa-apa???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemikirin seperti ini entah aku ini pesimis atau realistis ?&lt;br /&gt;Mungkin sebaiknya aku menghibur diri, bukankah setidaknya kehidupanku ini, walau cuma untuk segelintir orang, masih memberi arti bagi mereka, dan juga bisa bersikap lebih optimis bahwa bukankah di atas segala rutinitasku, aku masih tetap punya kesempatan untuk berbuat lebih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-1225182381104689025?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/1225182381104689025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/04/pesimis-optimis-atau-realitis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1225182381104689025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1225182381104689025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/04/pesimis-optimis-atau-realitis.html' title='Pesimis, Optimis atau Realitis'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8541657827485969789.post-1002203296562692572</id><published>2009-01-01T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-05-28T01:11:38.301-07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Adenium</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5HI10qZ-I/AAAAAAAAAUE/6ptguSE3DI8/s1600-h/KUNCUP.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 288px; height: 216px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5HI10qZ-I/AAAAAAAAAUE/6ptguSE3DI8/s320/KUNCUP.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340784425320474594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tepat ungkapan "dari Alam kita bisa banyak belajar", saya sudah membuktikan sendiri hal tersebut. Lebih dari Setahun yang lalu saat baru pindah rumah saya membeli dua pot kecil pohon adenium, yang satu sudah berbunga sedangkan satu pot lainnya belum berbunga, minggu demi minggu, bulan demi bulan saya menunggu pohon itu berbunga tapi ia tidak kunjung berbunga ....  Satu tahun sudah lewat tapi belum juga ada tanda-tanda pohon itu akan berbunga, sementara satu pot adenium lainnya sudah berkali-kali berbunga, padahal perlakuan atas kedua pohon itu sama saja, cuma disiram sekali saja  setiap harinya, saya sudah merasa pot kedua itu memang tidak akan berbunga, terpikir oleh saya untuk mencabut saja pohon tersebut, lalu membuangnya, tapi belum sempat saya mencabutnya, tiba-tiba suatu pagi saat hendak menyiram pohon tersebut (ya walau sudah putus asa dia akan berbunga, saya masih tetap rajin menyiramnya) saya terpana melihat bakal bunga yang mulai muncul disalah satu pucuknya...ternyata adenium itu berbunga juga, bunganya berwarna putih.&lt;br /&gt;Ternyata selain ketekunan dibutuhkan kesabaran untuk adenium itu berbunga, jika saja saya terlanjur mencabut pohon kecil itu maka matilah kesempatan adenium itu untuk hidup dan memberikan bunganya. &lt;br /&gt;Dari adenium itu saya mendapat suatu pelajaran selama tetap tekun menjalankan sesuatu, suatu saat pasti membawa hasil... jika selama ini banyak orang yang gagal mungkin karena terlalu cepat putus asa, seperti saya yang nyaris mencabut adenium berbunga putih itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8541657827485969789-1002203296562692572?l=issacitta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://issacitta.blogspot.com/feeds/1002203296562692572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1002203296562692572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8541657827485969789/posts/default/1002203296562692572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://issacitta.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-adenium.html' title='Belajar dari Adenium'/><author><name>Maylene A.P</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l7CVHJwj1-o/Sh5HI10qZ-I/AAAAAAAAAUE/6ptguSE3DI8/s72-c/KUNCUP.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
